Minggu, 12 Juli 2009

dari istri untuk sang suami

artikel ini bukan untuk menyinggung hati suamiku, tapi karena kecintaan yang sangat dan semoga menjadi renungan.
Diambil dari e-mail forward-an teman pengajianku...


SUAMI PEROKOK = MUNAFIQ ??

Umumnya wanita sangat mengaharapkan suaminya kelak tidak merokok. Keinginan itu ada yang hanya dipendam dalam hati, tidak berani mengungkapkan terus terang. Adapula yang "sangat" berani, sebelum "berkoalisi" perlu ada "kontrak sosial". " Mas, aku suka kalau sebelum menikah Mas sudah berhenti merokok ya." pinta sang calon mempelai wanita.

"InsyaAllah ya, aku janji (1), pas akad nikah stop total, doain ya." langsung si calon ibu sumringah, full senyum dan senangnya bukan main. Kalo dadanya dibelek mungkin akan bertebaran 71 jenis bunga, saking bahagianya. Dia ceritakan kepada orangtua, tetangga, teman se kantor, pokoknya pada siapa saja yang ada kaitannya dengan rokok. Bahkan jika perlu, saat resepsi dipasang spanduk "Alhamdulillah Suami Saya Sudah Berhenti Merokok". woooow !!

Namun keceriaan itu tidak berlangsung lama. Cuma 15 hari. "Mas, merokok lagi ya.!" sejak saat itu ketegangan sering terjadi. Urat leher istri sering berjendol, saking kesalnya. Maaf, istri yang sering marah, kesal, urat leher tegang, bisa cikal bakal "DARTING", dan cepet tua. Sejak itu, ia sering murung. "Yaudah, aku janji (2), kalau kamu hamil, aku akan berhenti, beneran". Untuk janji ke-2 ini, istri tidak sesenang ketika janji ke-1 diucapkan. Benar, tak lama kemudian ia "owek-owek" tengah malam alias muntah, tanda ia hamil, masih bisa tersenyum, sebab suami tersayang janji stop merokok lagi. Kehamilannya ia lalui dengan penuh suka cita, tanpa bau rokok suami. Tapi sayangnya cuma tahan 6 bulan, sang suami ingkar dan kembali merokok.

Nanti pas anak lahir, janji lagi (3). Entar deh kalo anak pertama masuk SD (4). 10 tahun usia perkawinan aku akan bener berhenti deh (5). Kalau aku naik jabatan (6). Kalau kita punya mantu deh (7). Cucu pertama lahir tandanya aku berhenti (8). Sepulang dari pergi haji, aku janji banget deh (9). Aku udah bener-bener kapok, kalo sembuh aku berhenti total deh, putus sama rokok (10). Betapa banyak suami yang terkena serangan jantung lalu dadanya dibelek, stroke, kanker paru-paru, masih saja tetap merokok. Kesemua janji tersebut dilanggar oleh para suami perokok.

Jutaan istri saat ini sedang menunggu kapan suaminya benar-benar stop merokok. Bahkan ada yang istri nya sampai menderita plek paru-paru karena "perokok pasif'. Rasulullah SAW, 14 abad yang lalu berpesan, ciri orang munafiq itu ada 3, salah satunya adalah jika berjanji ia ingkar.

Saudaraku, saat ini penuhilah janji-janji itu. Curahkanlah kasih sayang dalam keluarga dengan stop merokok atau malaikat maut menjemput anda dalam keadaan masih merokok dan akan menambah kesedihan istri anda.

DOA BERHENTI MEROKOK:

1. InsyaAllah , Anda akan mebdapatkan hidayah Allah SWT, dengan jalan: jangan membeli, jangan meminta dan jangan mau jika ditawari.
2. Pasang Niat
3. Patahkan semua rokok yang masih ada serta pipa dan cangklong nya. Lalu buang korek api jauh-jauh.
4. Baca istighfar minimal 7X dan teruslah mengingat Allah
5. Shalawat atas Nabi Muhammad SAW
6. Diiringi baca Al-fatihah yang kemudian di ikuti dengan do'a berikut ;
7. Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana min ladunka rohmah innaka antal wahhab (QS 3 : 8)
8. Rabbana hablana min azwajiina wa dzurriyatina qurrota a'yun, waj'alna lil muttaqiina imama (QS 25 : 74)
9. Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina 'adzabannar (QS 2 : 201)
10. Wassalamun 'alal mursalib, walhamdulillahi robbil alamin.

Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar